Sabtu, 07 Januari 2012

(KEUANGAN SYARIAH) BI Temukan Gadai Emas Tak Sesuai Konsep Awal

JAKARTA, Bank Indonesia menemukan praktek gadai emas yang tidak sesuia dengan konsep awal. Akibatnya, BI mengirimkan surat pembinaan kepada 8 bank umum syariah dan unit usaha syariah agar membenahi layanan mereka. Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Mulya Siregar menyampaikan hal itu kepada wartawan di Jakarta, kamis (5/1). “BI minta agar pembiayaan diarahkan untuk menjaga kepercayaan nasabah serta sesuai asalnya, yakni keperluan mendsesak,” katanya.
Saat ini, setidaknya tiga bank syariah menghentikan layanan gadai emas bagi nasabah baru. Produk gadai emas adalah pembiayaan dengan agunan emas. Nasabah memperoleh pembiayaan tersebut dengan cara menggadaikan emasnya ke bank umum syariah (BUS) atau unit usaha syariah (UUS). Dana itu untuk modal kerja atau kebutuhan mendesak.
Data BI, gadai emas syariah per September 2011 sebesar Rp. 6,1 triliun, tumbuh pesat dari posisi Desember 2010 yang hanya mencapai 1,8 Triliun. Dibandingkan dengan total pembiayaan syariah yang Rp. 92,8 triliun pada September 2011, maka porsi gadai emas sekitar 6,5 persen. Meski demikian, mulya membantah kebijakan BI memperketat standar dan prosedur operasional gadai emas ini dilakukan secara tiba-tiba. Alasannya, sejak Juni 2011 BI sudah menyampaikan kepada bank syariah agar menyiapkan filtur sesuai dengan konsep gadai emas yang diajukan semula. “Dalam waktu dekat, kami akan menerbitkan surat edaran yang mengatur tentang pelaksanaan gadai syariah,” ujar Mulya.
Sekretaris Perusahaan BRI Syariah Lukita Prakasa yang dihubungi Kompas membenarkan, BRI Syariah menghentikan sementara layanan Gadai Emas bagi nasabah baru sejak 14 Desember 201. Ia mengakui, langkah itu berdampak terhadap bisnis. “Namun sisi baiknya kami akan lebih prodent terhadap resiko pasar yang ada. Kedepannya, produk kami semakin baik,” kata Lukita. Di BRI Syariah, pembiayaan per September 2011 mencapai Rp. 10 triliun. Sekitar 20 persennya disumbang gadai emas.
Kinerja
Secara umum, kinerja bank syariah terus meningkat. Data BI, sebagaimana dipaparkan Mulya, pembiayaan yang dikucurka per November 2011 sebesar Rp. 102,11 triliun. Jumlah ini meningkat Rp.31,87 triliun dibandingkan dengan triwulan IV-2010. Adapun dana yang dihimpun perbankan syariah menjadi sebesar Rp. 107,36 triliun. Jumlah itu meningkat Rp. 29,72 triliun dibandingkan dengan periode yang sama di 2010.
Total Asset perbankan syariah per November 2011 sebesar Rp. 135, 9 triliun, meningkat dibandingkan dengan periode yang sama di 2010. “Nilai tersebut mempresentasikan 3,8 – 3,9 persen aset industri perbankan,” ujar Mulya.
Sumber :
Harian Kompas, Ekonomi Edisi Jumat, 6 Januari 2012, Hal 19. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar